Yuk, Kenali Teknik Meracik Kopi

Jika kamu mampir ke warung tenda yang banyak ditemui di sepanjang jalan raya dan kamu memesan secangkir kopi, kemungkinan besar pelayan warung akan menuangkan kopi bubuk ke dalam gelas, menyeduhnya dengan air mendidih lalu menyodorkannya kepadamu dalam keadaan masih mengepul. Kamu pun akan menunggunya beberapa saat sambil menyeruput sedikit demi sedikit sampai kopi tidak lagi terlalu panas untuk kemudian diminum sampai habis.

Di Indonesia, menuangkan air mendidih ke bubuk kopi adalah teknik meracik kopi paling umum dan paling praktis yang dikenal dengan sebutan kopi tubruk. Tapi sebenarnya ada begitu banyak teknik meracik kopi yang diciptakan demi mendapatkan minuman kopi dengan cita rasa dan aroma sempurna. Berikut dua teknik meracik kopi yang sangat populer di dunia yang pantas kamu coba.

Ringan dan Bersih dengan Pour Over

Menggunakan kertas khusus untuk menyaring ampas kopi adalah ciri khas teknik Pour Over. Kopi yang dihasilkan mempunyai rasa dan aroma yang segar, ringan dan bersih karena bebas ampas.

Kertas saring ditaruh di dalam wadah berbentuk corong yang berlubang di bagian bawah. Taruh corong diatas cangkir kopi, tuangkan bubuk kopi, kemudian air panas. Diamkan sampai air turun semua ke dalam cangkir dan yang tertinggal di dalam wadah corong hanya ampas kopi.

Kurangi Asam dengan Cold Brew

Berbeda dengan teknik seduh yang menggunakan air panas, sesuai namanya, metode cold brew menggunakan air dingin untuk menyeduh kopi. Air untuk menyeduh tidak dituang sekaligus melainkan sedikit demi sedikit. Hasilnya adalah ekstrak kopi yang bertambah tetes demi tetes sehingga tidak heran jika proses seduh dingin ini bisa sampai 12 jam!

Tapi kesabaranmu akan terbayar dengan secangkir kopi lezat berkadar asam rendah dengan rasa unik yang berbeda dengan kopi yang diseduh panas. 

Penasaran? Yuk, coba!