Mengenal Lebih Dekat Kopi Cupping

Mungkin tak banyak orang tahu ada proses yang harus dilewati sebelum kopi tersaji dalam cangkir. Apalagi kalau ini menyangkut specialty coffee,  kopi berkualitas yang dicari di mana-mana oleh para pecinta kopi di seluruh dunia. Ya, proses ini dikenal dengan cupping atau coffee testing.

 

Tertarik jadi barista? Baca artikel 5 Langkah Jitu Jadi Barista Idola

 

Seni Menilai Kualitas Kopi

Cupping merupakan langkah penting dalam menjaga standar mutu kopi. Karena pada praktiknya semua hal dijaga ketat dalam tahap ini. Sebagai contoh, seorang “cupper” diharapkan tak menyantap apa pun 30 menit sebelumnya dengan tujuan agar mulut dan kerongkongan netral.

Lalu, seorang cupper profesional juga dianjurkan tidak memakai parfum yang tajam, prosesnya dilakukan di ruangan yang steril – tanpa pewangi dan pendingin udara – dengan telepon genggam yang harus dinonaktifkan agar tercipta suasana tenang dan penuh konsentrasi.

Tidak main-main dan terkesan ribet bukan, Top Lovers? Tapi itu sepadan kalau hasilnya adalah hadirnya kopi berkualitas di tengah kita. Prosesnya yang panjang, yang menuntut pengetahuan luas tentang kopi, konsentrasi tinggi, dan juga kepekaan rasa, membuat cupping dianggap sebagai sebuah seni menilai kopi.

 

Tentang ragam seni yang terinspirasi kopi, baca artikel 3 Karya Seni Artistik dan Unik yang Berasal dari Kopi

 

Langkah-langkah dalam Cupping

Mengenal Lebih Dekat Kopi Cupping

Tidak hanya profesional, kamu juga bisa belajar melakukan cupping dan melakukannya di rumah lho. Yuk, simak langkah-langkahnya.  

Siapkan Kopi dan Peralatan
Siapkan kopi dengan varian berbeda, misalnya biji kopi-kopi terbaik Indonesia yang sudah disangrai. Setelah itu siapkan peralatan, tidak perlu yang profesional dulu. Cukup French press dan grinder sederhana.

Mulai Seduh
Seduh kopi yang sudah digiling halus dengan French press. Biarkan kopi dingin sejenak agar lebih mudah mengenali rasa. Kopi yang hangat lebih mudah dikenali rasanya dibandingkan kopi panas.

Observasi Rasa
Cicipi setiap kopi yang sudah diseduh secara bergantian. Jangan langsung dari satu kopi ke kopi yang lain, berilah jeda waktu mencicipi misalnya 3-5 menit. Ini penting agar setiap rasa kopi bisa dibedakan.

Bandingkan
Penilaian kopi biasanya meliputi aroma, tekstur, rasa, dan kadar asam serta pahit kopi. Bandingkan semua itu, lalu susun dalam sebuah tabel untuk setiap kopi yang berbeda. Pada tahap ini kamu sudah masuk ke tahap penilaian para professional.

 

Untuk mengetahui berbagai profesi dalam industri kopi baca, Mengenal Sosok-sosok 'Pahlawan Kopi' Indonesia yang Inspiratif

 

Meski bukan profesional, untuk menilai rasa kopi kamu memang harus sangat familiar dengan kopi itu sendiri. Minimal kamu adalah pecinta kopi yang sudah mencoba banyak varian kopi. Selamat mencoba, Top Lovers.