Kopi Indonesia Sebagai Sebuah Kearifan Lokal dan Budaya

Selama ini mungkin kopi dipahami hanya sebagai tanaman komoditas. Asumsi ini jelas tak salah Top Lovers, karena faktanya kopi memang jadi tulang punggung bagi jutaan rakyat Indonesia dalam mencari nafkah. Tapi lebih dari itu, kopi juga adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang di dalamnya terkandung kearifan lokal, kreativitas, dan keunikan-keunikan yang lahir atau terinspirasi darinya.

Budaya Ngopi

Pasti kamu sering mendengar ungkapan-ungkapan seperti “Ngopi-ngopi yuk?”, “Ngopi dululah biar santai!”, “Kita diskusi sambil ngopi!” dan sebagainya di dalam pergaulan sehari-hari kan? Apakah itu di lingkungan pertemanan, kerja ataupun bertetangga. Nah, ngopi ini adalah kata ‘tidak baku’ dari bahasa baku minum kopi. Kata ini sudah mendarah daging di dalam pergaulan masyarakat Indonesia sehari-hari. Bahkan, di beberapa daerah ngopi punya arti yang lebih luas dan unik.

Kopi Indonesia Sebagai Sebuah Kearifan Lokal dan Budaya

Aneka snack atau cemilan yang biasanya dijadikan teman setia kopi.

Di Bandung misalnya, arti ngopi adalah bersantai, ngobrol-ngobrol akrab sambil disuguhi minuman dan aneka snack, meski minumannya tidak terbatas kopi. Lalu di Aceh, ngopi sudah jadi aktivitas seluruh masyarakat, tua-muda, pelajar, profesional, dari kalangan atas maupun bawah berbaur di kedai-kedai kopi lokal untuk ngopi. Dalam konteks ini,  ngopi mengandung makna keakraban, suasana santai, dan kesetaraan. Unik kan, Top Lovers?

Festival-festival Kopi

Kopi Indonesia Sebagai Sebuah Kearifan Lokal dan Budaya
Salah satu rangkaian acara di International Banda Aceh Coffee Festival,
yaitu menumbuk biji kopi secara tradisional menggunakan alu.
Sumber gambar: www.bandaacehtourism

Kopi memang tak bisa terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Buktinya, di berbagai daerah rutin diadakan festival-festival kopi. Sebut saja di Banyuwangi, Jawa Timur, ada Festival Kopi Sepuluh Ewu, di Lampung ada Lampung Coffee Festival (Lacofest), dan International Banda Aceh Coffee Festival. Festival-festival tersebut diadakan dengan berbagai tujuan, mulai dari mempererat tali persaudaraan antar masyarakat, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kopi, dan ajang bertemunya penikmat dan pecinta kopi. Festival-festival kopi selalu berjalan meriah, baik itu yang berskala besar maupun kecil, sehingga menjadi daya tarik wisata daerah.

Gaya Hidup dan Kreativitas

Kopi Indonesia Sebagai Sebuah Kearifan Lokal dan Budaya

Belakangan ini budaya ngopi amat menjamur di kalangan muda perkotaan. Kedai-kedai kopi berdiri, hampir di setiap sudut kota menawarkan sensasi ngopi yang berbeda. Di kedai-kedai kopi itu ada barista-barista yang siap memanjakan para penikmat kopi sekaligus berbagai informasi dan referensi tentang kopi. Karena itu, kopi termasuk ke dalam bagian gaya hidup masyarakat urban yang selain menawarkan kenikmatan juga jadi sumber inspirasi. Kopi bukan lagi minuman orang tua, tapi semua kalangan termasuk anak muda.

Selanjutnya, kopi, oleh mereka yang kreatif diolah sedemikan menarik dan bermanfaat menjadi hal-hal unik. Sebut saja salah satunya fashion di gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2017, Oktober 2016lalu, yang didukung oleh TOP Coffee, kopi menjadi inspirasi koleksi-koleksi dari brand Lotus. Selain kreativitas dalam bidang fashion, kopi juga dimnafaatkan di bidang aksesoris, fotografi, seni lukis, peralatan makan dan minum, hingga bidang kecantikandan kesehatan