Budidaya Kopi untuk Pemula

Sebagai pecinta kopi mungkin kamu punya keinginan terpendam untuk menanam kopi sendiri, TOP Lovers? Memang asik ya, kalau kita bisa menikmati hasil dari menanam dan memanen kopi sendiri. Sayangnya melakukan budidaya kopi tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui serta teknik-teknik yang harus dipahami agar kamu berhasil menanam kopi.

Pemilihan Jenis dan Varietas

 

Kopi sangat banyak jenisnya TOP Lovers, bahkan mencapai ribuan. Namun yang sering kali dibudidayakan ada empat jenis: arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Untuk memilih jenis kopi apa yang akan kamu budidayakan, kamu harus menyesuaikan dengan lokasi lahan. Misalnya untuk tanah yang berada di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika, sedangkan dataran rendah lebih cocok ditanam liberika.

Penyiapan Bibit

 

Bila sudah memilih jenis kopi yang ingin kamu budidayakan, langkah selanjutnya adalah mencari bibit unggul. Informasi mengenai bibit unggul bisa kamu tanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit yang ada di sekitar rumahmu. Selain mencari bibit kopi berkualitas, jangan lupa untuk mencari tanaman yang akan jadi pohon peneduh, ya TOP Lovers. Kalau bisa, pohon peneduh bahkan harus sudah disiapkan  2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan.

Penanaman Bibit Kopi

 

Apabila pohon peneduh dan bibit kopi sudah siap, maka langkah selanjutnya  adalah penanaman bibit kopi.  Pindahkan bibit dari tempatnya di polybag ke lubang tanam di area lahan. Dianjurkan untuk memberikan jarak tanam 2,75 × 2,75 meter antar tanaman. Namun jarak tanam juga harus disesuaikan dengan lahan. Semakin tinggi keberadaan lahan maka semakin rapat jarak tanamnya.

Perawatan

 

Saat menanam kopi, ada kemungkinan kopi tadi terserang hama dan penyakit sehingga produksi kopi bisa menurun nih, TOP Lovers. Serangan hama bisa membuat pertumbuhan kopi tidak normal bahkan membusuk, oleh karena itu tanaman kopi yang ada harus dirawat. Setelah penanaman, bibit kopi harus diperiksa minimal 2 kali seminggu dan bila sudah berumur sekitar 1 hingga 6 bulan, tanaman harus diperiksa minimal sekali dalam sebulan. Jika ada tanaman yang mati karena hama atau penyakit, maka harus diganti dengan tanaman yang baru. Jangan lupa untuk memumpuk dan menyiangi benalu yang mungkin ada pada tanaman kopimu, ya. Pangkas juga tanaman kopimu agar lebih rapi dan menumbuhkan cabang yang lebih produktif.

Panen Kopi

 

Apabila budidaya kamu lakukan dengan baik dan benar, biasanya setelah 2-4 tahun kopimu akan mulai berbuah tergantung pada jenis kopi yang kamu tanam.  Di awal, kopi yang dipanen mungkin tidak terlalu banyak, namun setelah 7-9 tahun biasanya barulah panen kopimu mengalami puncaknya. Kopi bisa dipanen tiap 4-5 bulan dan rentang waktu pemetikannya adalah tiap 10-14 hari ya, TOP Lovers!

 

Nah, sekarang kamu sudah mulai bisa melakukan budidaya kopi sendiri nih, TOP Lovers! Bagaimana, tertarik mencobanya sekarang?