Belajar Kearifan Hidup dari Petani Kopi Indonesia

Saat kita meminum secangkir kopi, apakah kita pernah membayangkan bagaimana tangan-tangan terampil yang telah membuat atau memprosesnya menjadi senikmat itu? Sebut saja barista, ‘sang ahli racik’ yang membuat kopi jadi penuh cita rasa.  Atau para petani, sosok lainnya yang berjasa pada tahap awal produksi kopi.

Ya, para petani kopi ini tak bisa begitu saja dilupakan jasanya. Merekalah yang menanam, memelihara, memanen dan menyeleksi sampai kopi siap didistribusikan kemudian dapat kita nikmati.  Lebih dari itu, dari mereka juga, dalam hal ini petani kopi Indonesia, kita bisa belajar tentang nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat.

Jiwa Inovatif

Belajar Kearifan Hidup dari Petani Kopi Indonesia
Kopi Gayo rasa anggur hasil inovasi para petani Gayo, Aceh.
Sumber gambar: startuphki.com

Inovasi tidak hanya ada dalam diri barista kopi, seniman, ataupun para pengusaha yang bergerak di bidang kopi. Tapi para petani pun punya jiwa inovatif yang berpengaruh terhadap industri kopi. Seperti kopi Aceh rasa anggur (wine) hasil inovasi petani kopi Gayo, Aceh seperti dilansir Aceh.tribunnews.com  (10/05/2017). Kemudian ada juga kopi Gunung Puntang, dengan petaninya yang bernama Ayi Sutedja. Petani asal Jawa Barat ini menggabungkan pengetahuannya yang dalam tentang alam dengan penanaman kopi. Ia yakin bahwa tanaman kopi bisa mengurangi kerusakan lahan dan mencegah erosi. Selain itu, kopinya juga berprestasi di tingkat internasional karena ditanam tanpa pupuk-pupuk kimia.

Lebih jauh tentang kopi Gunung Puntang bisa baca artikel 3 Fakta Unik Di Balik Kopi Indonesia yang Perlu Diketahui


Kesederhanaan

Kehidupan sederhana petani kopi bukan rahasia lagi. Mereka umumnya adalah orang-orang di pedesaan atau pegunungan yang mendedikasikan dirinya menanam kopi. Para petani kopi ini sering kali jauh dari sorotan media, meski jasanya sangat besar dalam perkembangan industri kopi Indonesia. Misalnya kisah (1) Mukidi, petani kopi asal Gunung Sumbing, Jawa Tengah, (2) I Gusti Made Suryanta, petani kopi asal Lampung Barat, dan (3) Pak Ajis, petani kopi asal Gunung Gending, Jawa Timur, untuk menyebut sejumlah nama. Mereka adalah orang-orang yang bersahaja, sederhana sekaligus pekerja keras. Sikap-sikap hidup yang patut dicontoh oleh kita semua ya, Top Lovers.

Baca tentang kopi dari sudut pandang sosial-budaya dalam artikel Kopi Indonesia Sebagai Sebuah Kearifan Lokal dan Budaya


Harumkan Nama Indonesia

Belajar Kearifan Hidup dari Petani Kopi Indonesia
Ayi Sutedja, petani kopi Gunung Puntang, Jawa Barat yang mengharumkan nama Indonesia di pentas Internasional.
Sumber gambar: Beritagar.id

Kopi Indonesia terkenal di dunia sebagai kopi berkualitas premium. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari jasa mereka yang berprofesi di bidang kopi, termasuk para petani kopi. Seperti petani Kopi Luwak di Lampung dan Kintamani yang pernah menjadi kopi termahal dunia. Para petani Kopi Luwak biasanya membuat wisata agro,  seperti di Bali. Ini merupakan terobosan untuk memperkenalkan kopi kepada wisatawan asing. Selain itu, para petani kopi sering kali juga aktif di event-event kopi internasional dan ‘kerennya’ berhasil menjadi juara.

Salah satu contohnya Kopi Gunung Puntang yang berhasil jadi juara I dalam ajang Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, 14-17 April 2016 lalu. Dan tentu saja kopi Indonesia lain seperti Kopi Toraja, Kopi Lintong, Kopi Gayo, Kopi Bajawa, hingga Kopi Papua pun tak lepas dari upaya dan semangat para petani kopinya untuk mengharumkan nama Indonesia.